Momentum Pemberantasan Pungli di Jawa Barat: Respons Penjabat Gubernur terhadap Insiden di Masjid Al Jabbar

langerhanscellhistiocytosis.org – Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, telah menanggapi dengan serius laporan mengenai praktik pungutan liar (pungli) yang terjadi di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung. Laporan dari warga yang diunggah di media sosial menuding adanya tarif parkir tidak resmi dan penjualan kantong plastik untuk alas kaki dengan harga yang ditetapkan oleh petugas parkir.

Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada tanggal 14 April 2024, Bey Machmudin menegaskan bahwa praktik pungli tidak akan ditoleransi di wilayah Jawa Barat. Kejadian di Masjid Al Jabbar dianggap sebagai kesempatan penting untuk menghapus pungli dari area publik.

Bey meminta agar kejadian ini dijadikan sebagai contoh untuk memperketat pencegahan kasus serupa di masa depan. Unit Saber Pungli diminta untuk bekerja lebih optimal dalam menanggulangi praktik pungli, tidak hanya di Masjid Al Jabbar tetapi juga di tempat-tempat umum lainnya.

Lebih lanjut, Bey menekankan perlunya perbaikan dalam pengelolaan aset-aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama mengingat biaya operasional yang besar untuk masjid tersebut. Bey menyerukan pentingnya transparansi dalam anggaran pemeliharaan untuk menciptakan kontrol sosial yang kuat.

Penjabat Gubernur mengindikasikan bahwa solusi finansial alternatif harus dicari untuk menanggung biaya operasional masjid yang signifikan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengelolaan aset pemerintah dilakukan dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Bey Machmudin memandang insiden di Masjid Al Jabbar sebagai titik penting dalam upaya pemberantasan pungli di Jawa Barat. Peningkatan transparansi dan pengelolaan aset yang lebih baik menjadi fokus utama untuk memastikan bahwa praktik pungli dapat dieliminasi dan aset daerah dikelola dengan efektif.

Es Cendol Menjadi Sajian Dingin Legendaris yang Memadukan Kenyamanan Dan Tradisi

langerhanscellhistiocytosis.org – Es cendol merupakan salah satu minuman khas Nusantara yang sangat populer dan disukai banyak orang. Dikenal dengan teksturnya yang khas dan rasa manis segar, es cendol sering dijadikan pilihan untuk menyegarkan diri di tengah terik matahari. Berikut ini adalah pembahasan mendalam tentang minuman es cendol, mulai dari sejarah hingga cara pembuatannya.

Sejarah Es Cendol

Sejarah es cendol tidak terlepas dari sejarah kuliner Nusantara yang kaya. Meskipun tidak ada catatan pasti tentang asal usulnya, es cendol dipercaya telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Nama “cendol” sendiri berasal dari kata “jendol” dalam bahasa Sunda, yang berarti bengkak atau tonjolan, mengacu pada tekstur kenyal dan bentuk bulat memanjang dari butiran cendol.

Pembuatan Cendol

Butiran cendol dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan air dan sedikit air daun pandan untuk memberikan warna hijau alami dan aroma yang harum. Adonan ini kemudian disaring melalui cetakan khusus ke dalam air dingin sehingga membentuk butiran kenyal yang menjadi ciri khas minuman ini.

Komposisi Es Cendol

Komposisi utama dari es cendol adalah butiran cendol itu sendiri. Minuman ini kemudian disajikan dengan campuran air gula merah yang memberikan rasa manis dan warna cokelat kemerahan, serta santan yang menambah kekayaan rasa. Es batu ditambahkan untuk menjaga kesegaran minuman, dan kadang kala juga dilengkapi dengan tambahan seperti tape singkong, potongan nangka, atau kacang merah untuk memperkaya tekstur dan rasa.

Cara Penyajian Es Cendol

Es cendol disajikan dalam gelas atau mangkuk. Butiran cendol diletakkan di dasar wadah, disusul dengan air gula merah dan santan. Lalu, es serut atau es batu ditambahkan di atasnya. Penyajian es cendol bisa disesuaikan dengan selera, baik dari segi kemanisan maupun banyaknya santan yang digunakan.

Manfaat Es Cendol

Selain rasanya yang menyegarkan, es cendol juga memiliki beberapa manfaat kesehatan. Butiran cendol yang terbuat dari tepung beras memiliki karbohidrat yang memberikan energi. Sedangkan santan mengandung lemak yang, bila dikonsumsi dalam jumlah wajar, bisa memberikan manfaat bagi kesehatan. Air gula merah alami juga lebih sehat dibandingkan penggunaan pemanis buatan.

Popularitas dan Variasi

Es cendol telah menjadi minuman yang populer tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara Asia Tenggara lainnya dengan nama dan variasi yang berbeda-beda. Di Malaysia dan Singapura, misalnya, minuman ini dikenal dengan nama “chendol”. Di Vietnam, versi serupa disebut “bánh lọt”.